Saat ini, harga saham BNBR disebut berada dalam fase konsolidasi (rest) di bawah area resistance kunci atau yang biasa disebut neckline. Fase ini sering kali menjadi periode 'pengumpulan tenaga' sebelum terjadi pergerakan signifikan.
"Jika harga mampu menembus (breakout) area resistance tersebut dengan volume transaksi yang meningkat, maka peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka," ujar Purwito.
Target kenaikan secara teknikal biasanya diukur setara dengan tinggi pola double bottom yang terbentuk sebelumnya.
Kombinasi antara sentimen fundamental dari rencana right issue jumbo dan dukungan sinyal teknikal ini menjadikan BNBR sebagai salah satu saham yang patut dicermati dalam waktu dekat.
"Ditambah dengan adanya akumulasi masif dari smart money dan asing, maka saham BNBR berpotensi untuk breakout dari patern double bottomnya," ujar Purwito.