IDXChannel - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) belum mengalihkan saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada publik maupun pihak lain hingga 31 Desember 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi, jumlah saham treasuri yang belum dialihkan tercatat sebanyak 367.421.455 saham.
“Bersama ini kami menyampaikan bahwa Perseroan sampai saat ini belum melaksanakan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali,” ujar Presiden Direktur Bank Amar, Vishal Tulsian, dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (15/1/2026).
Manajemen menjelaskan, belum dilaksanakannya pengalihan saham treasuri tersebut berkaitan dengan rencana perseroan untuk memberikan remunerasi bersifat variabel kepada manajemen dan karyawan melalui Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) yang ditetapkan pada 18 Desember 2024.
Dalam skema MESOP tersebut, AMAR berencana mengalihkan seluruh saham treasuri hasil buyback sebanyak 367.421.455 saham, atau setara 1,99 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Sebagai catatan, Bank Amar melaksanakan aksi pembelian kembali saham pada periode 13 September 2023 hingga 17 Desember 2024. Dari aksi tersebut, perseroan menghimpun saham treasuri sebanyak 367,42 juta saham dengan harga rata-rata Rp282,42 per saham.
Hingga Kamis (15/1/2026), saham Bank Amar menguat 1,72 persen ke Rp236 dengan mencatatkan kenaikan 2,61 persen dalam sepekan dan minus 1,67 persen dalam tiga bulan.
(DESI ANGRIANI)