"SIDO tetap mempertahankan posisi keuangan tanpa utang," kata manajemen Sido Muncul melalui keterangan resmi dikutip Senin (2/3/2026).
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas mencapai Rp463 miliar, anjlok 46 persen dibandingkan akhir 2024 yang menembus Rp855 miliar. Manajemen menyatakan, penurunan likuiditas tersebut merupakan hasil keputusan alokasi modal yang strategis.
Adapun total aset perseroan turun 6,5 persen menjadi Rp3,68 triliun imbas penurunan kas. Piutang usaha meningkat 18,6 persen menjadi Rp1,03 triliun, sedangkan persediaan naik 8 persen menjadi Rp466 miliar.
Liabilitas Sido Muncul tercatat naik 24 persen menjadi Rp561 miliar imbas kenaikan utang usaha menjadi Rp198 miliar dan utang pajak menjadi Rp192 miliar. Adapun ekuitas turun 10,5 persen akibat pembayaran dividen.
Sepanjang 2025, perseroan membagikan dividen hingga Rp1,28 triliun dan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp300 miliar. Keputusan buyback tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap nilai intrinsik jangka panjang Sido Muncul.