IDXChannel - Kalbe Farma (KLBF) diperkirakan menghadapi tekanan margin pada paruh kedua 2026 seiring pelemahan rupiah dan lonjakan biaya bahan baku impor, meski prospek jangka panjang emiten farmasi terbesar di Indonesia itu masih dinilai menarik.
UOB Kay Hian dalam risetnya memperkirakan tekanan margin mulai muncul pada kuartal II-2026 dan akan semakin terasa pada kuartal III.
Penyebab utamanya adalah pelemahan nilai tukar rupiah, mengingat sekitar 30 persen harga pokok penjualan (HPP) Kalbe berasal dari bahan baku yang dibeli dalam dolar AS.
Di saat yang sama, harga bahan baku farmasi aktif (active pharmaceutical ingredients/API) berbasis minyak diperkirakan naik sekitar 30 persen.
Komponen tersebut menyumbang sekitar 15 persen terhadap HPP, sehingga kenaikan biayanya diperkirakan mulai membebani profitabilitas perseroan pada kuartal III-2026.