Akibat tekanan tersebut, UOB Kay Hian memperkirakan margin kotor Kalbe menyusut menjadi 37,5 persen pada 2026, turun dari proyeksi 39,8 persen pada 2025.
Meski memangkas target harga saham KLBF menjadi Rp1.100 dari sebelumnya Rp1.800, UOB Kay Hian tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy).
Hingga jeda perdagangan Kamis (23/7/2026) siang, saham KLBF menguat 0,68 persen ke level Rp735 per unit.
Sebelumnya, mengutip keterangan resmi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Senin (20/7/2026), Kalbe Farma menjadi salah satu perusahaan farmasi yang mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam transformasi digital manufaktur.
Melalui fasilitasi Kementerian Perindustrian, Kalbe menguji solusi System Invariant Analytics Technology (SIAT) yang dikembangkan PT NEC Indonesia dan Bogor Technology pada April-Juni 2026.