AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Simak Prospek Emiten Logam 2022, Ada ANTM dan MDKA

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 26 Mei 2022 22:00 WIB
Prospek emiten logam 2022 tercatat meningkat sejak kuartal I/2022. Perkembangan industri metalurgi dan baja di tanah air terus meningkat.
Simak Prospek Emiten Logam 2022, Ada ANTM dan MDKA. (Foto: Prospek Emiten Logam 2022)
Simak Prospek Emiten Logam 2022, Ada ANTM dan MDKA. (Foto: Prospek Emiten Logam 2022)

IDXChannel Prospek emiten logam 2022 tercatat meningkat sejak kuartal I/2022. Perkembangan industri metalurgi dan baja di tanah air terus meningkat seiring dengan penurunan kasus Covid-19. Pada kuartal I 2022, industri logam dasar tumbuh sebesar 7,90% (year-on-year), sedangkan pada kuartal I-2020 tumbuh sebesar 7,71% (year-on-year).

Demikian disampaikan Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Liliek Widodo. Menurut Liliek, pertumbuhan ini sejalan dengan inovasi kebijakan yang menyikapi mekanisme smart supply and demand dengan pertimbangan teknis terukur di bawah regulasi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 4 tahun 2021.

Hal ini merupakan penyempurnaan dari Permenperin Nomor 1 Tahun 2019 dan Permenperin Nomor 32 Tahun 2019 dengan kriteria teknis yang lebih baik. Efek positif dari kebijakan ini adalah pertumbuhan tahunan industri logam dasar yang kuat dalam dua tahun terakhir, yaitu 11,46% pada 2020 dan 11,31% pada 2021.

Di sisi lain, impor besi, baja, baja paduan dan/atau produk yang dikendalikan atau dilarang dan dibatasi (lartas) cenderung menurun selama dua tahun terakhir.

Impor besi, baja, baja paduan dan/atau produk turunannya berada pada kisaran lartas yang mencapai puncaknya pada  2019,  sebesar 7,89 juta ton. Pada 2020, impor turun menjadi 5,22 juta ton dan pada  2021  sedikit meningkat menjadi 6,35 juta ton seiring dengan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD