Hari mengatakan fokus utama investor akan tertuju pada rilis FOMC Minutes untuk mencari petunjuk mengenai peluang penurunan suku bunga ke depan. Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati data S&P Global Services PMI, Trade Balance Amerika Serikat, dan Jobless Claims yang memberikan gambaran terbaru mengenai kekuatan ekonomi negara tersebut.
"Dari sisi korporasi, dimulainya musim laporan keuangan emiten besar seperti PepsiCo juga akan menjadi barometer awal terhadap kinerja perusahaan di tengah perlambatan ekonomi," ujarnya.
Sementara itu, pasar komoditas masih akan mencermati perkembangan harga minyak seiring kondisi geopolitik di Timur Tengah, kelancaran distribusi melalui Selat Hormuz, serta kebijakan produksi OPEC+, yang berpotensi memengaruhi sektor energi dan ekspektasi inflasi global.
"Kombinasi sentimen tersebut diperkirakan akan menentukan arah pergerakan Wall Street, pasar obligasi, nilai tukar dolar AS hingga aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," katanya.
Dari domestik, pada pekan pertama Agustus, pergerakan IHSG diperkirakan dipengaruhi sejumlah sentimen yang berpotensi menentukan arah pasar. Investor akan mencermati rilis data Cadangan Devisa Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta Penjualan Ritel untuk menilai kekuatan konsumsi domestik dan stabilitas sektor eksternal.