Selain itu, pasar juga akan memonitor perkembangan nilai tukar rupiah serta arus dana asing setelah tekanan jual investor asing masih berlanjut dalam beberapa pekan terakhir. Dari sisi kebijakan, pelaku pasar menunggu pernyataan lanjutan Bank Indonesia, terutama terkait langkah menjaga stabilitas rupiah dan prospek suku bunga pasca dinamika kepemimpinan bank sentral.
"Di sisi korporasi, perhatian investor juga akan tertuju pada rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang mulai berlangsung dan berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan saham-saham sektoral. Kombinasi data ekonomi, stabilitas nilai tukar, arus modal asing, serta kinerja emiten diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah IHSG pada pekan depan," kata Hari.
Secara fundamental, prospek IHSG masih ditopang oleh stabilitas ekonomi domestik, ekspektasi suku bunga global yang cenderung lebih akomodatif, serta dimulainya musim laporan keuangan emiten semester I-2026 yang berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan pasar.
Meski demikian, investor masih perlu mencermati keberlanjutan arus dana asing, pergerakan nilai tukar rupiah, dan perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi volatilitas pasar. Dari sisi teknikal, IHSG saat ini berada pada fase konsolidasi dan sedang menguji area EMA50 di kisaran 6.250.
"Apabila indeks mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan didukung peningkatan volume transaksi serta kembalinya aksi beli investor asing, maka peluang penguatan menuju area 6.400 akan semakin terbuka," ujarnya.