AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23807.00
-1.99%
-482.90
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

Singapura Kantongi 5,47 Persen Saham Mitratel (MTEL) per 25 November 2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 29 November 2021 13:44 WIB
Singapura telah menambah kepemilikan saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel.
Singapura Kantongi 5,47 Persen Saham Mitratel (MTEL) per 25 November 2021 (Dok.MNC Media)
Singapura Kantongi 5,47 Persen Saham Mitratel (MTEL) per 25 November 2021 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Jumat (26/11) mencatat Pemerintah Singapura telah menambah kepemilikan saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel.

Melalui data Pelaporan Total Kepemilikan Investor di atas 5%, pembelian saham MTEL dilakukan melalui GIC Private Limited dan The Northern Trust Company dengan rekening efek yang terdaftar di Standard Chartered Bank atas nama pemegang saham Citibank Singapore S/A Government of Singapore.

Per 25 November 2021, GIC Private Limited menambah 21.000.000 lembar saham, sementara Northern Trust Company membeli 3.331.500 saham. Sehingga total penambahan mencapai 24.331.500 saham.

Alhasil, pembelian tersebut menambah total gabungan saham kedua entitas tersebut mencapai 4.566.901.600 atau 5,47% dari total saham yang disetorkan perseroan.

Secara lebih rinci, GIC Private Limited memiliki total saham anak grup Telkom ini sebanyak 4.556.374,100 saham, dan Northern Trust 10.527.500 saham.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura telah membeli saham MTEL sejak perseroan mencatatkan penawaran saham perdananya (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/11). Saat itu, kepemilikan entitas tersebut masih 5,37% yang mencakup pembelian total sebanyak 4.483.233.100 saham, yang terdiri dari GIC 4.481.374.100 saham dan Northern Trust 1.859.000 saham.

Ketika hari pertama IPO, saham MTEL langsung ambles -4,37% di harga Rp765, dan menguat 1,31% pada Selasa (23/11) di harga Rp775.

Pemerintah Singapura tampaknya melihat rebound ini sebagai peluang untuk masuk. Data KSEI keesokan harinya per 24 November 2021 mencatat GIC Private Limited dan Northern Trust menambah kepemilikan mereka dengan total sebanyak 4.542.570.100 saham atau 5,44% kepemilikan (GIC: 4.535.374.100 saham, dan NT: 7.196.000 saham).

Menilik pasar modal, harga MTEL pada sesi pertama perdagangan Senin (29/11) masih tertekan -1,30% di harga Rp760 per lembar saham dengan total transaksi mencapai Rp47,48 miliar dari 62,5 juta lembar saham yang diperdagangkan.

Vice President Investor Relation Mitratel Rendyansyah Jovian mencermati bahwa penurunan harga pasca-IPO merupakan bagian dari mekanisme pasar yang sulit diprediksi.

Rendyansyah meyakini perseroan memiliki fundamental dan pertumbuhan bisnis yang kuat, sehingga menurutnya mampu memacu kenaikan harga saham kedepannya.

"Sebenarnya untuk pergerakan harga sedikit sulit dikomentari karena memang ini mekanisme pasar," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (25/11/2021).

"Kalau menurut saya, selama satu company memiliki fundamental yang kuat, relevansi asset yang mendukung business growthnya dan juga liquidity seharusnya akan terefleksikan ke harga saham pada akhirnya," lanjutnya.

Dirinya percaya bahwa harga saham Mitratel akan meningkat seiring waktu perdagangan ke depan. "Memang karena mekanisme pasar ada faktor waktu yang menentukan," pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD