AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Mitratel (MTEL) Tetap Optimis Saham Membaik Meski Ambles 3,5 Persen Usai IPO

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 28 November 2021 16:47 WIB
Manajemen PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel masih optimis terhadap kinerja sahamnya meski sempat amblas 3,5 persen.
Mitratel (MTEL) Tetap Optimis Saham Membaik Meski Ambles 3,5 Persen Usai IPO. (Foto: MNC Media)
Mitratel (MTEL) Tetap Optimis Saham Membaik Meski Ambles 3,5 Persen Usai IPO. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Manajemen PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel masih optimis terhadap kinerja sahamnya meski sempat amblas 3,5 persen usai melaksanakan penawaran saham perdana umum atau IPO pada pekan lalu.

Vice President Investor Relation Mitratel, Rendyansyah Jovian, mencermati penurunan harga pasca-IPO merupakan bagian dari mekanisme pasar yang sulit diprediksi. Dia yakin perseroan memiliki fundamental dan pertumbuhan bisnis yang kuat, sehingga mampu memacu kenaikan harga saham ke depannya.

"Sebenarnya untuk pergerakan harga sedikit sulit dikomentari karena memang ini mekanisme pasar," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (25/11/2021).

Kinerja saham emiten berkode MTEL ini masih berada di zona merah, tepat sepekan sejak melakukan penawaran umum perdana sahamnya pada Senin lalu (22/11). Menilik market, emiten infrastruktur menara telekomunikasi ini terpuruk -3,75% selama 5 hari perdagangan di level Rp770 dari harga IPO sebesar Rp800 per lembar.

Total saham yang diperdagangkan investor mencapai 2,7 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,1 triliun.Selama seminggu terakhir, investor asing melakukan profit taking secara akumulatif sejumlah Rp431,06 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp552,28 miliar di pasar reguler, dan pembelian bersih Rp121,21 miliar di pasar negosiasi-tunai.

"Kalau menurut saya, selama satu company memiliki fundamental yang kuat, relevansi asset yang mendukung business growthnya dan juga liquidity seharusnya akan terefleksikan ke harga saham pada akhirnya," lanjutnya.

Dirinya percaya harga saham Mitratel akan meningkat seiring waktu perdagangan ke depan. "Memang karena mekanisme pasar ada faktor waktu yang menentukan," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi memandang Mitratel memiliki prospek cerah di masa depan sejalan dengan ukuran bisnis infrastruktur telekomunikasi yang besar.

Yosua mencatat Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar dengan jumlah 28 ribu menara dan tenant sebanyak 42.016 penyewa yang sebagian besar atau 57% menara perseroan tersebar di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio masih rendah 1,39 kali.

“Dengan besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital, pertumbuhan penyewaan menara di luar Jawa bakal tinggi ke depannya. Apalagi, adanya keinginan operator untuk memperluas jangkauan,” tulis Yosua dalam risetnya, Rabu (24/11).

Yosua juga memandang Mitratael memiliki keunggulan kondisi keuangan yang sehat dengan DER 0,9 kali per semester I-2021 dan rasio net debt/EBITDA 2,3 kali.

EV/EBITDA Mitratel juga diperkirakan sebesar 15,8 kali dibandingkan dengan rata-rata EV/EBITDA global sekitar 23 kali tahun ini.

“Kondisi keuangan yang sehat tentu akan mendukung ekspansi perseroan. Langkah ekspansi tentu akan mudah dicapai setelah mendapatkan dukungan dana dari hasil IPO saham dengan target penggunaan sebagian dana untuk akuisisi 6.000 menara baru,” terangnya.

Mitratel diproyeksikan bakal menawarkan pertumbuhan EBITDA yang pesat pada 2022, berkat akuisisi 4.798 menara milik Grup Telkom.

Mengukur kinerja saham secara teknikal, Research Analyst MNC Sekuritas, Aqil Triyadi melihat masih ada koreksi lanjutan dari emiten MTEL untuk perdagangan ke depan.

"Kami melihat MTEL masih akan tertekan terlebih dahulu, proyeksi sampai akhir bulan ini juga akan bergerak sideways. Sampai akhir tahun kami mengharapkan window dressing turut mengerek naik MTEL, semoga ada pembalikan arah minimal ke 800 sebagai resisten terdekatnya," kata Aqil kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (25/11). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD