AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Pasca IPO, Saham Miratel (MTEL) Diprediksi Masih Bergerak Sideways

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 25 November 2021 17:32 WIB
Empat hari terakhir, investor asing terpantau melakukan profit taking di pasar reguler sebesar Rp548,05 miliar.
Pasca IPO, Saham Miratel (MTEL) Diprediksi Masih Bergerak Sideways (FOTO:MNC Media)
Pasca IPO, Saham Miratel (MTEL) Diprediksi Masih Bergerak Sideways (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pasca IPO di BEI, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) masih berada di bawah harga perdananya di Rp800 per saham. 

Hingga penutupan perdagangan, Kamis (25/11), MTEL stagnan (0,00%) di Rp775.

Kendati digadang-gadang bakal meramaikan pasar hingga oversubscribed, Mitratel tampaknya masih berjuang mengerek naik harga sahamnya di tengah profit taking investor yang cukup masif. 

Empat hari terakhir, investor asing terpantau melakukan profit taking di pasar reguler sebesar Rp548,05 miliar. 

"Kami melihat harga dari MTEL ini cenderung yang ditawarkan berada di atas rata-rata industrinya, jadi kalau bisa dibilang cukup mahal, dan kita lihat masih ada koreksi lanjutan yang kami perkirakan level support terdekatnya ada di 730-720, dan level resistennya berada di 800," kata Research Analyst MNC Sekuritas, Aqil Triyadi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (25/11/2021). 

Menilik perdagangan MTEL di bursa, emiten infrastruktur telekomunikasi ini masih tidak terlalu signifikan, terbukti dengan pergerakannya hanya berada di area 770-780. 

"Kami melihat MTEL masih akan tertekan terlebih dahulu, proyeksi sampai akhir bulan ini juga akan bergerak sideways. Sampai akhir tahun kami mengharapkan window dressing turut mengerek naik MTEL, semoga ada pembalikan arah minimal ke 800 sebagai resisten terdekatnya," ucapnya. 

Terkait prospek ke depan, analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi meyakini Mitratel masih memiliki prospek cerah ke depannya mengingat ukuran bisnis infrastruktur telekomunikasi yang besar. 

Yosua mencatat Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar dengan jumlah 28 ribu menara dan tenant sebanyak 42.016 penyewa yang sebagian besar atau 57% menara perseroan tersebar di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio masih rendah 1,39 kali. 

“Dengan besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital, pertumbuhan penyewaan menara di luar Jawa bakal tinggi ke depannya. Apalagi, adanya keinginan operator untuk memperluas jangkauan,” tulis Yosua dalam risetnya, Rabu (24/11/2021). 

Yosua juga memandang Mitratael memiliki keunggulan kondisi keuangan yang sehat dengan DER 0,9 kali per semester I-2021 dan rasio net debt/EBITDA 2,3 kali. 

EV/EBITDA Mitratel juga diperkirakan sebesar 15,8 kali dibandingkan dengan rata-rata EV/EBITDA global sekitar 23 kali tahun ini. 

“Kondisi keuangan yang sehat tentu akan mendukung ekspansi perseroan. Langkah ekspansi tentu akan mudah dicapai setelah mendapatkan dukungan dana dari hasil IPO saham dengan target penggunaan sebagian dana untuk akuisisi 6.000 menara baru,” terangnya. 

Ke depan, Mitratel diproyeksikan bakal menawarkan pertumbuhan EBITDA yang pesat pada 2022, berkat akuisisi 4.798 menara milik Grup Telkom.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD