Dalam upaya memperkuat struktur keuangan, manajemen perseroan juga telah menyampaikan surat resmi kepada Bank Mandiri pada 22 Mei 2026 terkait rencana pelunasan lebih awal (early repayment) atas kewajiban senilai Rp300 miliar tersebut.
Perseroan menjelaskan, rencana pengambilalihan KMS sejalan dengan strategi peningkatan investasi perusahaan. KMS diketahui memiliki pengendalian atas entitas anak yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, sehingga langkah tersebut berpotensi memperluas cakupan bisnis SINI di sektor tambang batu bara.
Perseroan menilai aksi tersebut dapat mendukung pengembangan usaha dan diharapkan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Adapun rencana rights issue dan transaksi pengambilalihan tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)