Bagi para investor, ia memberikan pesan khusus agar tetap tenang dan jeli melihat peluang di tengah koreksi pasar, asalkan tetap berpegang pada aset yang memiliki fundamental kuat.
"Kalau yang pasar modal, biasa tuh. Naik turun, naik turun. Yang penting Anda tahu fondasi ke depan seperti apa. Kalau bawah banget, it's time to buy. Pasar modal kan jangka panjang. Asal jangan beli saham gorengan aja," kata Purbaya.
Meskipun saat ini pasar sedang bergejolak, Menkeu memastikan pemerintah memiliki instrumen kebijakan yang tepat untuk menetralisir dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Ia meyakini siklus ekonomi Indonesia saat ini sangat positif untuk periode beberapa tahun ke depan.
"Kita sudah masuk fase ekspansi sekarang. Yang akan berlangsung sampai 2029 atau 2033. Nggak usah takut. Gejolak ke bawah pasti ada tuh. Pasti ada. Tapi kita akan neutralize dengan respons kebijakan yang pas tuh," tegas Purbaya.
Adapun data perdagangan sepekan yang ditutup pada zona negatif. Berdasarkan data BEI, IHSG koreksi signifikan sebesar 7,89 persen ke level 7.585,687 (dari 8.235,485 pada pekan sebelumnya).