AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Solusi Tunas Pratama (SUPR) Tahun Ini Siapkan Capex Rp800 Miliar

MARKET NEWS
Rina Anggraeni
Jum'at, 04 Juni 2021 08:51 WIB
Perusahaan menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menyiapkan dana capex sebesar Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar untuk tahun ini.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) Tahun Ini Siapkan Capex Rp800 Miliar (FOTO: MNC Media)
Solusi Tunas Pratama (SUPR) Tahun Ini Siapkan Capex Rp800 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menyiapkan dana capex sebesar Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar untuk tahun ini. 

Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama, Nobel Tanihaha mengatakan akan menggunakan capex ini untuk penambahan menara.

"Kita menyiapkan capex sebesar Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar ini, kami menargetkan menambah 200 hingga 300 menara baru tahun ini," kata Nobel di Jakarta, Jumat (4/6/2021). 

Selain itu, perseroan berhasil  membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,8 persen, dari Rp1.767,0 miliar di 2019 menjadi Rp1.922,2 miliar di 2020. Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penyewaan menara sehingga rasio penyewaan menara meningkat dari sebelumnya 1,75x di 2019 menjadi 1,89x di 2020.


"Hal ini sejalan dengan kebijakan strategis Perseroan untuk berfokus memaksimalkan aset Perseroan," kata Nobel.

Pendapatan usaha SUPR terutama berasal dari penyewaan infrastruktur milik Perseroan yang terdiri dari penyewaan menara telekomunikasi, penyewaan infrastruktur penguat sinyal di gedung-gedung, dan juga penyewaan dan pemakaian kapasitas infrastruktur jaringan kabel serat optik. 

Sekitar 86,5 persen pendapatan Perseroan pada tahun 2020 tercatat berasal dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT XL Axiata Tbk, PT Hutchison 3 Indonesia, Telkom Group (termasuk PT Telkom Tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Dayamitra Telekomunikasi), dan PT Indosat Tbk. 

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, SUPR juga mencatatkan penambahan signifikan Laba Tahun Berjalan menjadi sebesar Rp708,8 miliar atau meningkat 210,3 persen jika dibandingkan dengan laba Tahun Berjalan pada tahun sebelumnya sebesar Rp228,4 miliar. 

Dari sisi Aset, Jumlah Aset SUPR di tahun 2020 tercatat sebesar Rp12.044,7 miliar, atau meningkat sebesar 7,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11.164,8 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap dan kenaikan nilai revaluasi atas aset tetap. 

Saat ini, korporasi yang melakukan penawaran umum saham perdana di tahun 2011 ini telah memiliki aset menara telekomunikasi di seluruh 34 provinsi di Indonesia di mana sebesar 87 persen aset menara telekomunikasi Perseroan terletak di Pulau Jawa dan Sumatera, dua pulau dengan kepadatan penduduk paling tinggi di Indonesia. 

Per 31 Desember 2020, Perseroan tercatat memiliki 6.422 menara dengan 12.145 penyewaan dengan rasio penyewaan menara sebesar 1,89x. Selain itu, Perseroan juga memiliki 38 jaringan Indoor DAS serta mengoperasikan 6,277 km panjang jaringan kabel serat optik di seluruh Indonesia, termasuk yang melalui kerja sama dengan PT Indonesia Comnets Plus. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD