sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

S&P 500 dan Nasdaq Berakhir Jatuh dari Rekor Tertinggi Imbas Kekhawatiran di Timur Tengah

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
05/05/2026 06:10 WIB
Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (4/5/2026).
S&P 500 dan Nasdaq Berakhir Jatuh dari Rekor Tertinggi Imbas Kekhawatiran di Timur Tengah. (Foto Istimewa)
S&P 500 dan Nasdaq Berakhir Jatuh dari Rekor Tertinggi Imbas Kekhawatiran di Timur Tengah. (Foto Istimewa)

"Dengan pasar yang berada di level tertinggi sepanjang masa, tidak banyak ruang untuk kesalahan, dan rasanya risiko asimetris besar masih mengarah ke bawah, meskipun mungkin bukan hasil yang paling mungkin bahwa kita kembali ke perang yang memanas," kata Ahli Strategi Investasi di Baird Private Wealth Management, Ross Mayfield.

Perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan akan membukukan pertumbuhan pendapatan agregat sebesar 28 persen tahun/tahun untuk kuartal I, dua kali lipat dari ekspektasi 14 persen pada awal April, menurut LSEG I/B/E/S. Perusahaan-perusahaan besar di bidang AI Wall Street menyumbang sebagian besar optimisme tersebut.

Berkshire Hathaway melaporkan penjualan bersih saham untuk kuartal ke-14 berturut-turut. Investor mengamati dengan cermat konglomerat ini, yang sering dianggap sebagai indikator ekonomi AS, untuk mendapatkan wawasan tentang valuasi dan kondisi pasar yang lebih luas.

Saham GameStop anjlok 10 persen dan eBay naik sekitar 5 persen setelah pengecer video game tersebut mengumumkan proposal untuk membeli pasar online tersebut seharga sekitar USD56 miliar dalam kesepakatan tunai dan saham. Nilai pasar saham GameStop sekitar USD11 miliar.

Perusahaan pengiriman FedEx melemah 9,1 persen dan United Parcel Service turun 10,5 persen setelah Amazon.com mengumumkan peluncuran 'Amazon Supply Chain Services' yang membuka jaringan logistiknya untuk digunakan oleh bisnis lain.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement