AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3140
AGAR
322
AGII
2230
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1525
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.07
0.13%
+0.71
IHSG
7087.15
-0.09%
-6.13
LQ45
1006.87
0.11%
+1.08
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Startup Aplikasi Ilmu Saham Siap Jadi The Next Unicorn

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Selasa, 21 Juni 2022 11:03 WIB
Aplikasi ini merupakan jawaban bagi para investor pemula untuk bisa belajar investasi saham dengan mudah dan cepat.
Startup Aplikasi Ilmu Saham Siap Jadi The Next Unicorn (FOTO:Dok Ist)
Startup Aplikasi Ilmu Saham Siap Jadi The Next Unicorn (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel  - Sebagai pendatang baru di Dunia Edukasi Pasar Modal Indonesia, Startupp yang berbasis aplikasi PT Ilmu Saham Indonesia baru saja meluncurkan aplikasi terbarunya yakni Ilmu Saham. 

Aplikasi ini merupakan jawaban bagi para investor pemula untuk bisa belajar investasi saham dengan mudah dan cepat.

CEO PT Ilmu Saham Indonesia Belvin Tannadi menjelaskan, kemudahan yang diberikan ini merupakan komitmen Perusahaan bagi para investor yang ingin memulai belajar investasi saham. 

Pasalnya selama ini, stigma masyarakat untuk mulai belajar investasi tidak mudah dan materi yang didapat sulit untuk dicerna dengan baik.

Aplikasi “Ilmu Saham” sendiri sudah diluncurkan pada 18 Juni 2022 dan mendapat respon positif oleh masyarakat dengan jumlah user yang mendownload aplikasi tersebut sudah mencapai ribuan.

“Ilmu saham di desain untuk lebih gampang dipelajari karena video pembelajaran dibuat lebih menyenangkan," ujar Belvin dalam keterangan tertulisnya (20/6/2022).

Belvin menambahkan, didalam aplikasi “Ilmu Saham” nantinya para investor pemula bisa mendapatkan pembahasan mengenai Pasar Modal setiap hari dan diulas lebih dalam lagi dengan para narasumber yang ahli dibidangnya.

“Setiap harinya akan ada pembahasan market, mulai dari pembukaan perdagangan hingga penutupan perdagangan di BEI," lanjut Belvin.

Selain itu ia menilai, masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi di Pasar Modal selama ini masih rendah jika dibandingkan dengan sektor lainnya seperti Perbankan. Hal tersebut dikarenakan materi yang diberikan masih belum sesuai dengan keinginan para investor pemula.

“Untuk itu, materi yang diberikan Ilmu Saham didesain dengan sangat mudah untuk dipahami oleh investor," papar dia.

Kedepannya, perusahaan juga berencana untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak baik itu Regulator maupun Pelaku Usaha lainnya dalam meningkatkan tingkat literasi dan inklusi di sektor pasar modal.

"Pasti kita akan kolaborasi dengan semua pihak, dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal," tutup Belvin.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD