Sunindo Adipersada IPO, Tawarkan 170 Juta Saham ke Lantai Bursa

Market News
Fahmi Abidin
Kamis, 06 Agustus 2020 13:45 WIB
BEI kedatangan emiten baru yakni PT Sunindo Adipersada, produsen boneka Internasional dengan reputasi terkemuka pada pagi ini, Kamis (6/8/2020).
Sunindo Adipersada IPO, Tawarkan 170 Juta Lembar Saham ke Lantai Bursa. (Foto: Ist)

IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru yakni PT Sunindo Adipersada, produsen boneka Internasional dengan reputasi terkemuka pada pagi ini, Kamis (6/8/2020). Emiten dengan kode saham TOYS ini resmi mencatatkan diri di Papan Pengembangan BEI, selain itu perseroan juga menawarkan saham dan waran di papan pengembangan BEI.

Dilansir dari keterangan resmi BEI, Kamis (6/8/2020), TOYS menjadi perusahaan tercatat ke-34 di 2020. Perusahaan berorientasi pada penjualan ekspor dengan 90% produk diekspor ke negara-negara yang berada di Amerika, Eropa, Australia, dan Asia. TOYS juga merupakan satu-satunya perusahaan mainan di Indonesia yang mendapatkan pendampingan industri 4.0 dari Kementrian Perindustrian.

TOYS dicatatkan pada sektor Consumer Goods Industry dengan subsektor Others dengan harga penawaran TOYS adalah senilai Rp350 per saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 1.435.000.000 saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah Rp502.250.000.000.

Kemudian, selain mencatatkan sahamnya, perseroan juga menerbitkan waran seri I dengan jumlah 170 juta lembar atau sebesar 16,83% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat pendaftaran.

Perseroan mengatakan, Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang Saham Baru Perseroan dengan perbandingan 100 (seratus) Saham Baru mendapatkan 40 (empat puluh) Waran Seri I.

Dikatakan Direktur Utama Sunindo Adipersada Tbk, Iwan Tirtha, dana yang diperoleh dari IPO ini sebesar Rp 148,75 miliar, “keseluruhan dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja guna memenuhi pesanan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, diantaranya untuk pembelian bahan baku, biaya produksi dan biaya operasional perseroan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga