Langkah ini juga memperkuat posisi PT Telemedia Komunikasi Pratama sebagai salah satu pelopor implementasi layanan FWA berbasis pita frekuensi 1,4 GHz secara komersial. Pita frekuensi ini dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan fixed broadband nirkabel karena memiliki penetrasi sinyal indoor yang kuat, cakupan jaringan yang luas, kualitas koneksi yang stabil, serta efisiensi pembangunan jaringan yang optimal.
Perseroan optimistis bahwa pemanfaatan spektrum 1,4 GHz dapat membuka peluang baru bagi pengembangan layanan fixed broadband nirkabel di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang mendorong inovasi telekomunikasi berbasis spektrum alternatif.
(Rahmat Fiansyah