"Dengan telah adanya kemitraan strategis (PGGR dan EPC+F) ini, maka Poh Group dan NINE tidak akan menanggung belanja modal (capex), baik untuk tambang milik sendiri maupun kerja sama operasi dengan Poh Group dan NINE," ujar Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron, dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2026).
Menurut Nuzwan, calon mitra EPC+F tersebut telah berpengalaman luas dalam eksploitasi pertambangan dan manajemen operasi, termasuk menyelesaikan investigasi khusus atas tambang-tambang di Mongolia, Indonesia, dan negara lainnya.
Entitas tersebut telah berdiri sejak 1998 dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang dan total aset mencapai lebih dari USD500 juta, sehingga dapat dipastikan telah memiliki dasar yang kuat untuk bekerja sama dalam proyek pertambangan lintas negara.
Nuzwan menjelaskan, NINE akan terus melakukan penjajakan dan pengembangan berbagai peluang usaha di Indonesia maupun di kawasan regional guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Perkembangan ini, dikatakan Nuzwan, juga berpotensi memberikan dampak material terhadap rencana investasi pertambangan Poh Group di Indonesia di masa mendatang, baik melalui skema Kerja Sama Operasi (Joint Operation) maupun kepemilikan langsung.