sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tekanan Global Masih Jadi Pemicu Pelemahan IHSG hingga Rupiah Tembus USD17.000 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
07/04/2026 15:26 WIB
Menurut Rully, IHSG sempat terkoreksi dan ditutup di bawah level 7.000, mencerminkan sentimen risk-off yang masih dominan.
Tekanan Global Masih Jadi Pemicu Pelemahan IHSG hingga Rupiah Tembus USD17.000 per USD. Foto: iNews Media Group.
Tekanan Global Masih Jadi Pemicu Pelemahan IHSG hingga Rupiah Tembus USD17.000 per USD. Foto: iNews Media Group.

IHSG ditutup di level 6.989,43 atau turun 0,53 persen, sementara rupiah berada di Rp17.035 per USD dan investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp623 miliar, mencerminkan tekanan pasar yang masih tinggi di tengah dinamika global.

Sementara itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish.

“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di 6.892 hingga 6.731, sementara resistance terdekat berada di kisaran 7.117 hingga 7.222,” ujar Nafan.

Nafan menambahkan, selama IHSG belum mampu menembus resistance tersebut, tekanan jual masih akan mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, Nafan melihat peluang trading selektif pada sejumlah saham. Barito Pacific (BRPT) menunjukkan indikasi akumulasi, Elnusa (ELSA) berada dalam kondisi oversold, sementara Map Aktif Adiperkasa (MAPA) berada dalam fase bullish consolidation.

“Pergerakan indeks dan saham saat ini menunjukkan pasar masih cenderung berhati-hati, dengan peluang trading yang lebih selektif," kata Nafan.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement