Dia menyebut pertumbuhan bisnis mobile ditopang penyederhanaan produk, disiplin penawaran, serta meningkatnya adopsi layanan bernilai tambah. Hingga akhir semester I-2026, rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) mobile naik 9 persen menjadi Rp45,6 ribu, dengan jumlah pelanggan mencapai 153,5 juta.
Untuk menjaga kualitas layanan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan 301 ribu base transceiver station (BTS), terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, stabil, dan responsif sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Di segmen fixed broadband, Telkomsel juga melakukan kalibrasi strategi guna membangun basis pelanggan yang lebih sehat dan produktif. Langkah tersebut menghasilkan sekitar 9,5 juta pelanggan dengan pertumbuhan pendapatan 0,6 persen secara kuartalan. Sementara itu, ARPU fixed broadband meningkat 3,4 persen menjadi Rp210,8 ribu dan penetrasi layanan konvergensi mencapai 65 persen.
Nugroho mengatakan Telkomsel akan terus memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui peningkatan kualitas jaringan dan layanan.
"Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia," ujarnya.