AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Ternyata Ini Alasan Sektor Pariwisata Bakal Jadi Saham Tercuan Tahun Depan

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 03 November 2021 16:27 WIB
Saham tercuan tahun depan diyakini terdorong oleh beberapa sektor yang perlahan recovery seletah terhantam oleh kondisi ekonomi di tahun 2021.
Ternyata Ini Alasan Sektor Pariwisata Bakal Jadi Saham Tercuan Tahun Depan. (Foto: Saham Tercuan Tahun Depan)
Ternyata Ini Alasan Sektor Pariwisata Bakal Jadi Saham Tercuan Tahun Depan. (Foto: Saham Tercuan Tahun Depan)

IDXChannel Saham tercuan tahun depan diyakini terdorong oleh beberapa sektor yang perlahan recovery seletah terhantam oleh kondisi ekonomi di tahun 2021. Pasalnya, hingaa saat ini tren pasar modal Indonesia dinilai masih akan berlanjut hingga tahun 2022. 

Pergerakan Indeks Saham Gaungan (IHSG) tahun depan ini, dinilai akan didorong oleh peningkatan korporasi atau UMKM sebagai sumber pembiayaan usaha di Indonesia. Pada tahun 2022, Pasar Modal Indonesia diketahui akan kedatangan emiten-eiten baru yang berasal dari perusahaan rintisan dengan status unicorn dan bergerak di bidang teknologi. 

Mendengar isu tersebut, masyarakat dan juga para investor terlihat sangat antusias terhadap perusahaan teknologi. Kemudian, entitas hasil konsolidasi antara Gojek dan Tokopedia atau Go To ini juga diketahui memiliki rencana untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia.

Diketahui, bahwa arus dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia hingga saat ini masih cukup deras. Berdasarkan data RTI Business beberapa minggu lalu, net buy asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp21,61 triliun. Tentunya, jumlah tersebut setara 62,5% jika dibandingkan dengan net buy asing di pasar reguler secara year to date yang hanya sebesar Rp34,55 triliun.

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Ike Widiawati melihat bahwa sejak awal tahun 2021, para pelaku pasar asing melakukan net buy terbesar pada saham-saham yang diantara masuk kedalam kategori indeks LQ45, diantaranya BBRI, TLKM, BBCA, UNTR, BBNI, KLBF, dan juga beberapa saham blue chip dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan saham BUMN di sektor konstruksi.

Kemudian, Direktur PT Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang memiliki peluang recovery dan naik di 2022. Selanjutnya, sektor properti dan infrastruktur juga dinilai akan melalukan pergerakan positif di semester II-2022.

Hingga Jumat,22 Oktober 2021, sejumlah sektor saham yang menjadi penopang kenaikan IHSG diantaranya, IDXsektor saham teknologi yang tercatat naik sebanyak 705,20 persen, saham IDX sektor transportasi dan logistik yang menguat 28,79 persen, dan IDX sektor saham keuangan yang menguat hingga 22,90 persen. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD