AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

The Fed Diprediksi Akan Naikkan Suku Bunga Lebih Cepat

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Selasa, 26 Oktober 2021 10:56 WIB
Sementara tingkat pengangguran AS turun ke level 4.8% dari 5.2% di bulan Agustus.
The Fed Diprediksi Akan Naikkan Suku Bunga Lebih Cepat (FOTO:MNC Media)
The Fed Diprediksi Akan Naikkan Suku Bunga Lebih Cepat (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Akhir-akhir ini, pergerakan pasar keuangan global diselimuti oleh berbagai sentimen. 

Dimulai dari rencana tapering The Fed akhir tahun ini, ketidakpastian seputar hambatan batas utang AS, krisis likuiditas perusahaan properti China, sampai krisis energi global yang telah mendorong harga minyak untuk naik ke level tertinggi sejak tahun 2014. 

Terlihat bahwa pemulihan sedang menghadapi berbagai tantangan baru. Di AS, data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan non-farm payrolls hanya bertambah 194 ribu pada bulan September. 

Sementara tingkat pengangguran AS turun ke level 4.8% dari 5.2% di bulan Agustus. Namun, peluang tapering di akhir tahun berpotensi tetap ada meskipun data ketenagakerjaan belum pulih, mengingat proyeksi suku bunga terbaru. 

"The Fed yang akan dinaikan lebih cepat dari proyeksi sebelumnya di tahun 2023," kata Juky Mariska Wealth Management Head, Bank OCBC NISP dalam riset,Selasa (26/10/2021). 

Ke depannya, pasar saham AS masih akan volatile di tengah sentimen yang ada. Musim laporan keuangan kuartal III pun akan dimulai, dimana investor akan kembali mencermati permasalahan rantai pasokan global dan kekurangan tenaga kerja yang dialami perusahaan AS.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD