Dia mengatakan, laba bersih 2023 dialokasikan sebagai cadangan. Sebesar 20 persen atau setara Rp42,8 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib. Kemudian 80 persen atau Rp171,2 miliar ditetapkan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Pada 2023, kinerja BUMN karya ini mulai membaik, di mana pendapatan naik 48 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp20,1 triliun. Hal itu dikontribusikan dari proyek LRT Jabodebek sekitar 20 persen dan proyek tol Sigli-Banda Aceh sekitar 10 persen.
Di sisi pajak, selama 10 tahun berturut-turut ADHI mencatatkan kontribusi sebesar Rp18,562 triliun. Angka ini merupakan akumulasi dari berbagai jenis pajak yang dibayarkan perusahaan kepada negara.
“Kontribusi pajak yang kami berikan selama 10 tahun Rp18,562 triliun. Dan terakhir 2023 yaitu Rp3,57 triliun. Total ini, segala macam pajak ada di sini, mulai dari PPN, pajak final konstruksi, pajak penghasilan pegawai, dan sebagainya,” paparnya.
(DES)