sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tingkat Kecelakaan Kerja Nasional Masih Tinggi, SIG (SMGR) Fokus Lakukan Ini

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
26/02/2026 21:45 WIB
SIG mengangkat tema From Compliance to Resillience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan.
Tingkat Kecelakaan Kerja Nasional Masih Tinggi, SIG (SMGR) Fokus Lakukan Ini (foto: iNews Media Group)
Tingkat Kecelakaan Kerja Nasional Masih Tinggi, SIG (SMGR) Fokus Lakukan Ini (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyoroti masih tingginya angka kecelakaan kerja secara nasional, yang tercatat masih mencapai 300.000 kasus pada 2024 lalu.

Hal ini merupakan indikasi bahwa kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, dengan sejumlah insiden di antaranya bahkan sampai menyebabkan korban meninggal atau fatalitas (fatality).

"Selain soal regulasi, masalah komitmen dari penyedia kerjanya sendiri dalam memfasilitasi lingkungan kerja yang aman, itu turut menjadi kunci utama dalam persoalan ini," ujar Direktur Operasi PT Semen Indonesia Tbk (SIG/SMGR), Reni Wulandari, dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).

Karenanya, sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia, SIG disebut Reni berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan budaya K3 secara maksimal, di setiap kinerja operasional yang dilakukan.

Bahkan, di sepanjang 2025 ini, pihaknya berhasil mencatatkan capaian Nihil Fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen di bawah naungan SIG Group.

"Tentu bagi kami, Capaian (zero fatality) ini menjadi cerminan atas komitmen kuat Perusahaan dengan menempatkan K3 sebagai nilai utama dalam aktivitas pekerja sehari-hari," ujar Reni.

Sementara, terkait rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, Reni menegaskan bahwa momen tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan lebih pada momentum untuk refleksi atas kesadaran sekaligus evaluasi dari pelaksanaan budaya K3 di lingkungan SIG Group.

Bagi SIG, momen Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), namun juga sekaligus memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif.

Dalam peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIG mengangkat tema From Compliance to Resillience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan.

"Tema ini menyoroti peran strategis individu sebagai penggerak utama keberhasilan K3. Melalui tema ini juga SIG menunjukkan komitmen untuk meningkatkan safety maturity atau kemampuan untuk mengatasi risiko keselamatan ke level lebih tinggi secara berkelanjutan," ujar Reni.

Penerapan aspek K3 di SIG didukung oleh komitmen yang kuat dari manajemen Perusahaan melalui kebijakan dan standarisasi di seluruh anak usaha, serta pengawasan yang berkesinambungan dan menjadi wujud komitmen kepemimpinan (leadership) yang tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga dapat dirasakan kehadirannya oleh seluruh karyawan.

Selain Nihil Fatalitas, pada 2025, SIG berhasil mencatatkan Lost Time Injury Frequency Rate di angka 0,13 dari target 0,3 dan Lost Time Injury Severity Rate di angka 1,01 dari target 5, serta pencapaian implementasi leading indicator di antaranya melalui program Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan,  Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, CSMS, Safety Academy, kesiapan respon darurat (emergency response preparedness) dan lain-lain.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement