AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Tokcer, Saham DEPO dan BINO Langsung Tancap Gas di Hari Pertama IPO

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 25 November 2021 12:33 WIB
Hari pertama IPO, saham DEPO terpantau melesat 24.48% sementara BINO juga naik 18,84% di sesi I perdagangan.
Tokcer, Saham DEPO dan BINO Langsung Tancap Gas di Hari Pertama IPO(Dok.MNC Media)
Tokcer, Saham DEPO dan BINO Langsung Tancap Gas di Hari Pertama IPO(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Penghuni baru BEI PT Caturkada Depo Bangunan Tbk (DEPO) dan PT Perma Plasindo Tbk (BINO) yang IPO hari ini langsung tancap gas sepanjang sesi pertama perdagangan Kamis (25/11/2021).

Emiten sektor konsumsi siklikal di bidang ritel bahan bangunan, DEPO ditutup melesat 24,48% di harga Rp600 dari harga perdananya di Rp482 per saham. DEPO bergerak di area 470 - 600.

Total saham yang diperdagangkan investor DEPO mencapai 277,95 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp153,79 miliar. Adapun asing terpantau masuk DEPO secara akumulatif sebanyak Rp36,25 miliar.

Senada dengan temannya, BINO juga langsung melambung saat bel perdagangan hingga ditutup naik 18,84% di Rp164 dari harga perdananya di Rp138 per saham. BINO bergerak di area 155 - 186.

Transaksi saham emiten industri alat tulis kantor ini mencapai Rp88,90 miliar dari 524,45 juta lembar saham yang diperdagangkan. Investor asing tercatat melakukan profit taking Rp73,33 juta.

Sebagai catatan, Caturkada Depo menawarkan sebanyak-banyaknya 1.024.000.000 saham baru atau setara 15,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk meningkatkan belanja modal sebesar 18%, sekitar 8% dana IPO akan digunakan untuk melunasi pinjaman perseroan kepada bank, 41% untuk penyetoran modal kepada entitas anak PT Megadepo Indonesia, dan 33% untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan.

Perseroan juga menggelar program alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA) dengan alokasikan sebanyak-banyaknya dua% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam rangka IPO. Jumlah saham itu setara 20.480.000 saham.

Sedangkan Perma Plasindo akan menggunakan lebih dari setengah dana IPO atau Rp38 miliar untuk membayar utang kepada PT Usaha Gema Jaya dan Koperasi Jasa Bintang Timur Kapital. Selanjutnya Rp4,5 miliar akan digunakan untuk membeli mesin oleh anak usaha, Rp2,85 miliar akan digunakan untuk membeli dua bidang tanah di Klaten, dan Rp2,55 miliar akan diberikan pinjaman kepada anak usaha di Singapura guna mengembangkan Bantex Hybrid File Digital.

Sisanya digunakan oleh entitas anak dalam bentuk pinjaman modal kerja dari pemegang saham. Skema shareholder loan juga akan digunakan BINO untuk dana yang diperoleh dari penerbitan waran.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD