sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

TOWR Kantongi Kontrak Jangka Panjang Lebih dari Rp100 Triliun

Market news editor Rohman Wibowo
08/09/2026 13:04 WIB
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi nilai kontrak jangka panjang yang belum terealisasi lebih dari Rp100 triliun hingga 2045.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi nilai kontrak jangka panjang yang belum terealisasi lebih dari Rp100 triliun hingga 2045. (Foto: Ist)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi nilai kontrak jangka panjang yang belum terealisasi lebih dari Rp100 triliun hingga 2045. (Foto: Ist)

“Kami memiliki peringkat investment grade BBB- dari S&P dan BBB dari Fitch sehingga biaya dana sangat rendah dan rasio utang bersih terhadap EBITDA nyaman di bawah 4 kali. Skema bisnis build-to-suit memastikan belanja modal tidak spekulatif dan menghasilkan imbal hasil sejak hari pertama, didukung penyesuaian harga sewa tahunan untuk mengimbangi inflasi biaya operasional,” kata Hartono.

Selain kontrak jangka panjang, monetisasi aset TOWR dilakukan melalui skema kolokasi, yakni satu menara dapat digunakan oleh sejumlah penyewa. Rasio penyewaan atau tenancy ratio perseroan saat ini mencapai 1,65 kali dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Maluku hingga Papua.

Di bisnis serat optik, perseroan juga mencatat tingkat utilisasi yang tinggi melalui layanan Fiber to the Tower (FTTT), Fiber to the Home (FTTH), serta konektivitas korporasi.

“Jaringan FTTT kami menghasilkan lebih dari 234.000 titik pendapatan dengan rasio utilisasi 161 persen di 340 kota, sementara FTTH telah menjangkau hampir 1,9 juta homepass di 120 kota dengan penetrasi 20 persen. Pada segmen konektivitas, kami melayani hampir 9.000 pelanggan korporasi di 347 kota dengan kabel berkapasitas 12 hingga 48 cores yang menyisakan ruang kapasitas untuk sumber pendapatan baru,” paparnya.

Di luar bisnis menara dan serat optik, TOWR terus memperluas ekosistem infrastruktur digital ke sejumlah lini bisnis bernilai tambah. Diversifikasi tersebut mencakup layanan satelit VSAT, perbankan mandiri, solusi transisi energi hijau, hingga integrasi kecerdasan artifisial (AI).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement