AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Transformasi Digital Terus Dilakukan, Investasi Telkom Group di Perusahaan Rintisan Makin Moncer

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 11 November 2021 13:04 WIB
Transformasi digital yang dilakukan Telkom maupun Telkomsel juga sejalan dengan rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
Transformasi Digital Terus Dilakukan, Investasi Telkom Group di Perusahaan Rintisan Makin Moncer (FOTO:MNC Media)
Transformasi Digital Terus Dilakukan, Investasi Telkom Group di Perusahaan Rintisan Makin Moncer (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Transformasi untuk menjadi perusahaan digital telekomunikasi terus dilakukan oleh Telkomsel. Setelah berinvestasi di unicorn Gojek sebesar USD450 juta, kini anak usaha PT. Telkom Tbk, ini terus memburu perusahaan rintisan di bidang teknologi. 

Melalui Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), Telkomsel sudah berinvestasi startup Tanah Air, seperti Kredivo, PrivyID, Qlue, Halodoc, Tanihub, Tada, SiCepat, dan Inspigo sebesar USD 40 juta. 

Senior Equity Research Analyst MNC Sekuritas Victoria Venny, mengatakan investasi yang dilakukan Telkom dan Telkomsel di perusahaan digital sudah tepat. Selain sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin mengembangkan ekonomi digital di Indonesia, investasi yang dilakukan Telkom dan Telkomsel di perusahaan digital turut mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. 

Transformasi digital yang dilakukan Telkom maupun Telkomsel juga sejalan dengan rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mendorong agar PT. Telkom Indonesia merubah strategi bisnisnya. 

Tujuannya agar BUMN telekomunikasi tersebut dapat bersaing dengan perusahaan teknologi global. Untuk mendukung rencana tersebut, Telkomsel diminta untuk menyerahkan aset menara telekomunikasi miliknya ke Telkom. 

Sedangkan Telkomsel akan fokus untuk menjadi digital company (Digico) dengan tugas mengembangkan platform digital dan akan berperan sebagai enabler bagi content creator lokal. 

Venny membantah jika investasi yang dilakukan oleh Telkom maupun Telkomsel itu merupakan bagian dari 'bakar uang'. Investasi yang dilakukan Telkom maupun Telkomsel dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sudah mulai beralih ke digital. 

"Sekarang siapa yang tidak memakai Gojek? Dengan adanya pandemi Covid-19, transformasi masyarakat untuk menggunakan layanan digital semakin cepat. Contohnya saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan HaloDoc. Dahulu masyarakat yang memakai platform digital masih rendah. Sekarang semua sudah tergantung pada layanan platform digital," ungkap Venny, Kamis (11/11/2021). 

Akibat ketergantungan masyarakat akan platform digital, membuat investor baik itu lokal maupun asing berbondong-bondong untuk berinvestasi di perusahaan digital Indonesia. 

Berdasarkan data yang didapatkan dari CrunchBase, total investor yang menanamkan uang di TaniHub USD65,5 juta. HaloDoc juga sudah mendapatkan pendanaan dari investor sebesar USD145 juta. Total dana yang ditaruh di Kredivo mencapai USD310 juta. Investor yang menempatkan dananya di SiCepat mencapai USD 274 juta. Sedangkan investor yang menaruh dananya di Tanihub mencapai USD 95 juta. 

Dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara dan memiliki jaringan internet yang cukup baik, Venny percaya investor masih akan terus berburu perusahaan rintisan yang ada di Indonesia. Tingginya minat investor untuk menempatkan dananya di startup nasional dinilai Venny mampu meningkatkan valuasi dari perusahaan digital tersebut. 

"Sehingga ketika investor semakin banyak berinvestasi di perusahaan digital, value mereka akan terus bertambah. Value perusahaan rintisan yang bertambah juga akan memberikan potensi keuntungan investasi yang dilakukan oleh Telkom dan Telkomsel. Justru ke depannya potensi keuntungan di bisnis digital akan lebih besar dari bisnis konektivitasnya," ungkap Venny. 

Ketika value dari bisnis digital sudah semakin besar, investor yang menempatkan dananya di perusahaan digital akan berpotensi mendapatkan keuntungan, termasuk Telkom dan Telkomsel. Harga saham Telkom saat ini dinilai Venny belum mencerminkan dari bisnis digital yang dimiliki oleh Telkom maupun Telkomsel. 

"Saat ini Telkomsel belum menggelar jaringan 5G secara luas. Ketika jaringan 5G sudah tergelar serta bisnis digital dan sinergi sudah didapatkan Telkom maupun Telkomsel dengan perusahaan digital, maka harga saham Telkom bisa lebih tinggi lagi dari yang ada saat ini. Rekomendasi saya beli untuk saham Telkom," kata Venny.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD