Dari sisi global, sentimen pasar juga cenderung positif. Harga minyak dunia turun tajam setelah Iran memastikan Selat Hormuz tetap terbuka selama masa gencatan senjata, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan energi.
“Penurunan harga minyak menjadi penggerak utama seluruh pergerakan pasar,” kata Managing Director Global Rates Trading di Mischler Financial Group, Tom di Galoma, dikutip Reuters.
“Apakah kita benar-benar akan melihat gencatan senjata yang berkepanjangan dan pembukaan kembali selat? Saya belum yakin. Prosesnya tampaknya masih butuh waktu untuk benar-benar tuntas. Namun untuk saat ini, itulah yang sedang terjadi. Semuanya dipicu oleh kabar-kabar positif dari kawasan Teluk,” ujar Tom.
Penurunan harga minyak ini diikuti reli bursa saham global, dengan indeks utama S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan baru.
Koreksi harga energi juga menurunkan tekanan inflasi dan mendorong penguatan obligasi pemerintah AS, tercermin dari turunnya imbal hasil US 10-year Treasury yield.