Hingga Oktober 2025, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 43 persen. Perseroan menargetkan uji coba produksi dimulai pada akhir 2026, sebelum memasuki produksi komersial pada kuartal I-2027.
Total investasi untuk proyek Awak Mas diperkirakan mencapai sekitar USD429 juta, dengan pekerjaan konstruksi utama ditangani oleh Macmahon melalui kontrak senilai AUD463 juta.
Pada 2026, INDY juga mengalokasikan belanja modal sekitar Rp445 miliar untuk pengembangan bisnis non-batubara.
Dana tersebut antara lain digunakan untuk investasi sekitar USD20,4 juta pada proyek Awak Mas serta USD5,8 juta untuk berbagai inisiatif energi hijau.
Perseroan juga tetap melanjutkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi jangka panjang.