Dari sisi valuasi, saham INDY diperdagangkan pada price to book value (PBV) sekitar 0,81 kali, yang berarti masih berada di bawah nilai bukunya.
Sementara itu, price to earnings ratio (PE) berada di kisaran 34 kali, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan laba di masa depan yang masih dalam tahap transisi.
BRI Danareksa melihat kisaran target harga konsensus saham INDY berada pada Rp3.300 hingga Rp3.750 per unit.
Menurut BRI Danareksa, cerita investasi (story) INDY kini tidak lagi semata-mata bertumpu pada bisnis batu bara, melainkan pada keberhasilan transformasi menuju perusahaan energi yang lebih beragam.
Proyek emas Awak Mas dipandang sebagai pilar pertumbuhan baru, terutama di tengah harga emas global yang masih berada pada level tinggi, yakni di kisaran USD4.000 per troy ons.