Apabila seluruh waran dikonversi menjadi saham, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana hingga sekitar Rp113,3 miliar.
Manajemen menjelaskan, dana hasil rights issue akan digunakan untuk melakukan penyetoran modal sebesar Rp50 miliar kepada anak usaha, PT Panca Global Sekuritas.
Sisa dana hasil rights issue akan dialokasikan sebagai modal kerja perseroan. Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran juga akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja.
Perseroan menegaskan, aksi korporasi ini tidak didukung oleh pembeli siaga (standby buyer), sehingga seluruh penyerapan saham baru bergantung pada partisipasi para pemegang saham.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak memesan efek terlebih dahulu (cum rights) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 6 Juli 2026. Selanjutnya, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 10-17 Juli 2026.