AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Unggul Tipis dari Dolar AS, Rupiah Hari Ini Rp14.297 Per USD

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 12 Januari 2022 09:42 WIB
Mata uang tukar rupiah hari ini unggul dari dolar Amerika Serikat (AS) meski cukup tipis pada Rabu pagi (12/1/2022).
Unggul Tipis dari Dolar AS, Rupiah Hari Ini Rp14.297 Per USD. (Foto: MNC Media)
Unggul Tipis dari Dolar AS, Rupiah Hari Ini Rp14.297 Per USD. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Mata uang tukar rupiah hari ini unggul dari dolar Amerika Serikat (AS) meski cukup tipis pada Rabu pagi (12/1/2022). Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:11 WIB, rupiah terpantau menguat 7 poin atau 0,05% di harga Rp14.297 per USD.

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik terlihat bergerak variatif seperti Yuan China naik 0,16% di 6,3638, Yen Jepang stagnan 0,00% di 115,29, dan Baht Thailand anjlok -0,15% di 33,350. Dolar Hong Kong terkoreksi -0,02% di 7,7966 dan Dolar Australia menguat 0,03% di 0,7211.

Adapun Won Korea Selatan melejit 0,01% di 1.189,26, Ringgit Malaysia menanjak 0,25% di 4,1795, dan Dolar Singapura tak bergerak 0,00% di 1,3504. Peso Filipina terpuruk -0,16% di 51,060, dan Dolar Taiwan anjlok -0,02% di 27,670.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya kembali mengalami tekanan -0,06% menjadi 95,57. Penurunan ini menjadi terendah bagi Dolar sejak November 2021, setelah testimoni Gubernur Fed Jerome Powell di hadapan Komite Perbankan Senat AS.

Dalam kesaksiannya di majelis tinggi, Powell mengatakan Negeri Paman Sam siap untuk memberlakukan kenaikan suku bunga yang tinggi dan pengetatan kuantitatif (QT) untuk meredam gejolak inflasi. Powell merasa perlu untuk menurunkan neraca bank sentral senilai USD9 triliun dalam beberapa bulan.

Dirinya menyatakan butuh waktu tiga sampai empat kali pertemuan bagi The Fed untuk membuat keputusan seperti itu. Komentar Powell ini dinilai kurang hawkish daripada beberapa rekannya, yang kemudian menghilangkan kekhawatiran pasar atas penarikan dukungan moneter secara tiba-tiba.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, misalnya, yang mengatakan pada Senin lalu (10/1) bahwa inflasi yang tinggi dan pemulihan yang kuat menjamin penurunan kepemilikan aset lebih cepat.

Saat ini, pasar masih menunggu rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS yang diprediksi mencapai 7 persen secara year on year. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD