Dalam skenario demerger, Bahana memperkirakan terdapat tambahan potensi kenaikan sekitar 6 persen di atas target harga Rp2.000 per saham.
Valuasi UNVR dalam riset tersebut menggunakan pendekatan sum-of-the-parts (SOTP) yang mencakup empat sumber nilai, yakni bisnis kebutuhan rumah tangga dan perawatan diri (Home and Personal Care/HPC) yang tersisa, kas bersih dari hasil divestasi, potensi dana dari pelepasan Buavita, serta nilai bisnis makanan di luar Buavita.
Namun, Bahana mengingatkan terdapat sejumlah risiko terhadap rekomendasi tersebut.
Risiko tersebut antara lain keterlambatan proses reorganisasi portofolio, hasil divestasi yang lebih rendah dari perkiraan, pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan biaya bahan baku, persaingan yang semakin ketat, serta gangguan rantai pasok.
Di pasar reguler, saham UNVR diperdagangkan di level Rp1.640 per unit pada Kamis (11/6/2026) per pukul 14.25 WIB, menguat 2,50 persen secara harian.