Neeraj mengungkapkan, Unilever tengah mengkaji untuk melakukan kalibrasi harga pada sejumlah produk. Dari sisi biaya, perseroan juga melakukan efisiensi biaya hingga optimalisasi belanja modal. Dengan begitu, bisnis Unilever tetap bisa tumbuh dengan margin yang moderat.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menegaskan, perseroan akan tetap ekspansif di pasar domestik dengan fokus utama mendorong pertumbuhan berbasis volume (volume-led growth) di tengah daya beli masyarakat yang menantang. Strategi ini bakal dieksekusi melalui inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen serta penguatan jaringan pasar.
“Jadi, terlepas dari pelemahan rupiah, situasi di Timur Tengah, atau faktor kuat lainnya, kami tetap fokus pada mendorong pertumbuhan berbasis volume di pasar saat ini. Dan hal ini akan kami lakukan melalui penguatan koneksi pasar yang tepat serta inovasi yang penting bagi konsumen Indonesia. Sekarang, seperti yang juga disebutkan Neeraj, mengingat beberapa faktor eksternal ini, akan ada tindakan penyesuaian harga yang akan terjadi di paruh kedua tahun ini, terutama di sektor perawatan rumah tangga (home care) yang paling terdampak," kata Benjie.
(Rahmat Fiansyah)