Harga transaksi juga berpotensi berada di bawah harga pasar saat ini. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh terbatasnya saham Bayan yang beredar di publik.
Rumor ini muncul hanya beberapa hari setelah Bayan membantah kabar mengenai rencana pengambilalihan saham perseroan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Agustus, Bayan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana untuk mengambil alih dan/atau mengakuisisi saham perseroan.
Saat dikonfirmasi pada Rabu (26/8), juru bicara Bayan kembali merujuk pada pernyataan tersebut.
Di sisi lain, salah satu pihak di lingkungan Jhonlin Group, kelompok usaha milik Haji Isam, mengaku kepada IDXChannel, pada Rabu (26/8), belum memperoleh informasi terkait rumor tersebut.