IDXChannel - Rumor soal penjualan saham tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mencuat.
Kali ini, Bloomberg melaporkan pemilik Bayan, Low Tuck Kwong, tengah berunding dengan calon pembeli yang dipimpin pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi menjadi salah satu aksi jual terbesar di sektor batu bara Indonesia.
Bloomberg melaporkan, Rabu (26/8/2026), Low Tuck Kwong yang menguasai sekitar 40 persen saham Bayan tengah bernegosiasi dengan konsorsium yang dipimpin Haji Isam. Putrinya, Elaine Low, juga tercatat memiliki sekitar 22 persen saham Bayan.
Sejumlah pihak lain disebut turut menyatakan minat. Namun, pembicaraan masih berlangsung dan belum ada kepastian transaksi akan tercapai.
Harga transaksi juga berpotensi berada di bawah harga pasar saat ini. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh terbatasnya saham Bayan yang beredar di publik.
Rumor ini muncul hanya beberapa hari setelah Bayan membantah kabar mengenai rencana pengambilalihan saham perseroan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Agustus, Bayan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana untuk mengambil alih dan/atau mengakuisisi saham perseroan.
Saat dikonfirmasi pada Rabu (26/8), juru bicara Bayan kembali merujuk pada pernyataan tersebut.
Di sisi lain, salah satu pihak di lingkungan Jhonlin Group, kelompok usaha milik Haji Isam, mengaku kepada IDXChannel, pada Rabu (26/8), belum memperoleh informasi terkait rumor tersebut.
Rumor tersebut mencuat ketika sejumlah saham yang terafiliasi dengan Haji Isam maupun Low Tuck Kwong tengah dalam tren kenaikan tajam di bursa
Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) misalnya, melesat 62,20 persen dalam sebulan terakhir menjadi Rp3.090 per saham pada Rabu (26/8) pukul 10.18 WIB.
Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) juga menguat 63,81 persen dalam periode yang sama ke level Rp1.720 per saham. Sementara itu, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 24,22 persen.
Penguatan paling tajam terjadi pada PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), yang sahamnya meroket 98,29 persen dalam sebulan terakhir.
Di kubu Low Tuck Kwong, saham BYAN juga telah naik 26,30 persen dalam periode yang sama. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.