Menurut Pandu, investor kini tengah memburu saham-saham yang memiliki fundamental kuat untuk dijadikan investasi. Hal ini tercermin dari saham-saham blue chip seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 6,25 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 2,7 persen pada penutupan sore ini.
"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi ritel melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi alam," kata Pandu.
Dengan demikian, Pandu melihat koreksi yang terjadi pada IHSG dan saham-saham "konglo" tersebut tidak perlu dirisaukan investor. Dia menyebut, hal ini sebagai transisi menuju pendalaman pasar lewat sejumlah agenda transformasi yang telah disiapkan.
"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan, ya kita harus melihat balik ke fundamental, juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term (jangka pendek)," kata Pandu.
(Dhera Arizona)