Dalam riset terbaru, pada 19 Juli 2024, BRI Danareksa memperkirakan pendapatan dan laba operasional (OP) segmen otomotif ASII pada paruh pertama 2024 akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 13 persen dan 45 persen.
Sebaliknya, pendapatan dan laba operasional segmen keuangan diproyeksikan meningkat masing-masing sebesar 12 persen dan 18 persen secara year-on-year (yoy).
Kemudian, laba emiten alat berat (HE) pada kuartal II-2024 diperkirakan meningkat sebesar 25 persen quarter-on-quarter (qoq), yang berpotensi mendorong kinerja konsolidasi ASII pada paruh pertama 2024 melampaui ekspektasi.
BRI Danareksa tetap merekomendasikan beli (buy) untuk saham ASII dengan target harga (TP) Rp5.100. BRI Danareksa menyebut, penjualan mobil (4W) pada paruh kedua 2024 akan menjadi pendorong utama bagi laba ASII pada periode tersebut.
Sementara, CGSI Sekuritas, dalam riset yang terbit pada 19 Juli 2024, berpendapat, pihaknya menyukai ekosistem otomotif yang kuat dari ASII.