AALI
10250
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1475
ACST
272
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1140
ADMF
8025
ADMG
165
ADRO
1200
AGAR
410
AGII
1080
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
585
AHAP
70
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
780
ALDO
875
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
332
Market Watch
Last updated : 2021/05/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.54
-0.94%
-4.44
IHSG
5918.75
-0.95%
-57.04
LQ45
879.33
-1.03%
-9.17
HSI
27990.36
-2.12%
-605.30
N225
28717.91
-2.71%
-800.43
NYSE
16516.83
-0.44%
-73.57
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,203
Emas
838,645 / gram

Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Orang Kaya Diyakini Bakal Banyak Belanja

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Rabu, 13 Januari 2021 12:15 WIB
Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa dengan adanya vaksinasi tersebut diyakini akan membuat kegiatan usaha optimistis pulih cepat.
Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Orang Kaya Diyakini Bakal Banyak Belanja. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 pada Rabu (13/1/2021), pukul 09.42 WIB, di Istana Merdeka, Jakarta. Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa dengan adanya vaksinasi tersebut diyakini akan membuat kegiatan usaha optimistis pulih cepat.

Bahkan diyakini Bhima, kecenderungan akan membaik semakin terlihat meskipun bertahap. Apalagi kelas menengah atas bisa kembali mendongkrak daya beli.

"Vaksinasi diharapkan mampu membangkitkan gairah belanja konsumen kelompok menengah dan atas," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Membaiknya dunia usaha juga bertumpu pada realisasi belanja pemerintah atau stimulus Pemulihan Ekonomi Nasinal (PEN) di awal tahun. Perbaikan dunia usaha dianggap tidak optimal jika distribusi vaksin terhambat.

“Jadi perlu dipastikan target vaksinasi lebih cepat khususnya vaksin untuk masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Bhima.

Sementara itu, Ekonom Core Piter Abdullah, menilai vaksinasi akan membantu penanggulangan pandemi tapi tidak seratus persen menjamin. Hal itu lantaran jika masyarakat tidak disiplin maka vaksinasi tidak bisa efektif.

“Penanggulangan pandemi masih membutuhkan waktu yang lama. PSBB harus tetap dijalankan secara ketat. Bila itu yang terjadi pertumbuhan ekonomi tetap akan rendah. Target 5% sulit dicapai,” pungkas Piter Abdullah. (FAHMI)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD