Dari sisi pergerakan pasar, Wilbert melihat pengalaman negara-negara yang pernah mengalami penurunan klasifikasi dapat menjadi gambaran risiko bagi Indonesia.
Secara historis, pasar saham negara-negara tersebut mengalami penurunan median sekitar 60 persen dalam denominasi dolar AS dari titik tertinggi ke titik terendah, dengan periode koreksi sekitar 13-15 bulan.
Sementara itu, pasar saham Indonesia telah terkoreksi 49 persen dalam sembilan bulan terakhir.
Berdasarkan pola historis tersebut, masih terdapat potensi penurunan sekitar 20 persen hingga periode Maret-Mei 2027, menjelang keputusan MSCI pada Juni 2027.
Meski demikian, sebagian besar tekanan sebenarnya telah terjadi sebelum konsultasi MSCI diumumkan. Indonesia sudah terkoreksi 39 persen sebelum pengumuman tersebut, lebih dalam dibandingkan median penurunan 22 persen pada kasus-kasus sebelumnya.