AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Varian Omicron Merebak, Awas IHSG Rawan Koreksi

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 28 November 2021 18:27 WIB
Merebaknya varian baru Covid-19 bernama Omicron di kawasan Afrika patut diwaspadai oleh investor.
Varian Omicron Merebak, Awas IHSG Rawan Koreksi. (Foto: MNC Media)
Varian Omicron Merebak, Awas IHSG Rawan Koreksi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Merebaknya varian baru Covid-19 bernama Omicron di kawasan Afrika patut diwaspadai oleh investor. Indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa ikut terpengaruh, bahkan bisa memberikan kerugian bagi pemodal.

Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio, mencermati varian baru virus corona yang berasal dari Afrika Selatan 'Omicron' bisa menjadi perusak momentum pemulihan ekonomi nasional.

Beberapa negara diketahui telah menerapkan kebijakan pembatasan perjalanan baik di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia Timur.

"Memang yang dikhawatirkan virus ini bisa seperti Delta kemarin yang kita lihat mengakibatkan lockdown dimana-mana, dengan kondisi sekarang di mana ekonomi sudah mulai berjalan. Kalau terjadi lockdown lagi, tentunya akan jadi disruption lagi di ekonomi nah ini yang bisa jadi kekhawatiran," kata Parningotan kepada MNC Portal Indonesia, dikutip Minggu (28/11/2021).

Ganasnya Omicron yang dinilai mirip seperti penyebaran varian Delta beberapa bulan lalu dimungkinkan bisa mengkhawatirkan investor untuk membawa asetnya keluar dari pasar modal.

Merespons risiko di pasar modal, investor disebut bisa mengalihkan portofolionya ke aset safe-haven seperti emas.

"Kalau kita lihat bank sentral / Federal Reserve sudah bersiap melakukan tapering nah ini katakanlah menjadi perusak skenario pasar yang sudah diketahui sekarang (pemulihan), dan ini mengakibatkan investor lebih berhati-hati. Akibatnya investor bisa keluar dari risky asset, oils, commoditas, malah gold yang safe-haven yang naik." tuturnya.

Kepada investor, Parningotan merekomendasikan untuk melakukan speculative buy untuk perdagangan saham pekan depan, dengan mengambil beberapa emiten yang sedang turun harganya.

"Melihat kondisi sekarang di mana IHSG mengalami koreksi, kita bisa melakukan speculative buy di saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan. Kalau saya sih tidak langsung masuk banyak karena kondisinya masih belum jelas, melihat eskalasi Covid-19 ini," jelasnya.

Dirinya memandang IHSG, jika terpaksa harus melanjutkan koreksi, bakal masih bertahan di area yang wajar, dengan asumsi window dressing akhir tahun bakal berpotensi mendorong kenaikan sejumlah sektor.

"IHSG kalaupun throwback harusnya sih bisa bertahan di area support di 6.500-6.480," tukasnya, sembari merekomendasikan emiten bluechips yang mengalami koreksi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD