Secara kinerja, indeks utama Vietnam, VNINDEX, memang sempat melonjak sekitar 41 persen pada 2025, tertinggi dalam delapan tahun, seiring pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen.
Namun, pada 2026 indeks itu turun sekitar 6 persen akibat tekanan sentimen global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, FTSE Russell menegaskan status Indonesia sebagai secondary emerging market tetap tidak berubah dan belum masuk dalam watch list untuk perubahan klasifikasi.
Keputusan ini memberi sinyal stabil bagi pasar Indonesia, meski sebelumnya penyedia indeks lain, MSCI, sempat memperingatkan risiko penurunan peringkat akibat isu transparansi kepemilikan saham dan perdagangan.
FTSE Russell menyatakan akan terus memantau reformasi pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar, serta akan mengonfirmasi perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang tinjauan indeks pada Juni mendatang.