AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Wahana Interfood (COCO) Catatkan Penjualan Bersih Rp224,43 Miliar di Sepanjang 2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 12 Mei 2022 13:45 WIB
COCO mencatatkan penjualan bersih sebanyak Rp224,43 miliar sepanjang tahun 2021.
COCO mencatatkan penjualan bersih sebanyak Rp224,43 miliar sepanjang tahun 2021.
COCO mencatatkan penjualan bersih sebanyak Rp224,43 miliar sepanjang tahun 2021.

IDXChannel - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mencatatkan penjualan bersih sebanyak Rp224,43 miliar sepanjang tahun 2021. Kinerja tersebut tumbuh 31,21% dari penjualan tahun 2020 senilai Rp171,04 miliar.

Berdasarkan jenis produk, COCO merealisasikan penjualan compound chocolate senilai Rp148,06 miliar, real chocolate Rp60,16 miliar, dan cocoa powder Rp16,20 miliar. Sebagian besar penjualan diserap oleh pasar domestik senilai Rp223,26 miliar, sedangkan pangsa ekspor menyerap Rp1,17 miliar.

Beban pokok penjualan membengkak dari Rp143,39 miliar menjadi Rp186,11 miliar. Sehingga, laba kotor perseroan menjadi Rp38,32 miliar. Demikan laporan keuangan COCO di Keterbukaan Informasi, dikutip Kamis (12/5/2022).

Setelah perhitungan beban lain hingga pajak, maka laba bersih tahun berjalan COCO mencapai Rp8,53 miliar, atau tumbuh 211,62% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp2,73 miliar.

Dengan demikian, laba per saham dasar perseroan tumbuh menjadi Rp9,59, dari sebelumnya Rp4,89.

Per 31 Desember 2021, total aset COCO tumbuh 40,54% menjadi Rp370,68 miliar, dari Rp263,75 miliar. Hal ini disebabkan adanya peningkatan saldo bank perseroan akhir tahun lalu.

Liabilitas bertambah tipis dari Rp151,68 miliar, menjadi Rp151,85 miliar. Sedangkan ekuitas bertambah dari Rp263,75 miliar, mencapai Rp370,68 miliar. Sementara posisi kas dan setara kas akhir tahun 2021 melejit sebesar Rp75,06 miliar, dari sebelumnya Rp88,64 juta.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD