IDXChannel - Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (27/2/2026), waktu setempat. Hal ini terjadi akibat kekhawatiran investor terhadap berbagai sentimen, sehingga menekan saham sektor keuangan dan teknologi.
Alhasil, bursa saham Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan bulanan terbesar dalam setahun terakhir.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (28/2/2026), ketiga indeks utama ditutup melemah tajam dan mencatat penurunan mingguan yang dalam. Bahkan, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan November 2025.
Dow Jones tercatat turun 521,28 poin atau 1,05 persen ke 48.977,92, S&P 500 turun 29,98 poin atau 0,43 persen ke 6.878,88, dan Nasdaq turun 210,17 poin atau 0,92 persen ke 22.668,21.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 20,85 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari terakhir sebesar 20,19 miliar saham.
Tekanan pasar dipicu oleh ketidakpastian biaya dan disrupsi terkait kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sentimen ini kembali mencuat akibat kekhawatiran terhadap tarif perdagangan, serta ketegangan geopolitik global.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite membukukan penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. Sementara itu, Dow Jones masih mencatat kenaikan bulanan ke-10 berturut-turut, merupakan rekor terpanjang sejak periode yang berakhir Januari 2018.
Chief Market Strategist di Carson Group, Ryan Detrick mengingatkan kembali pasar bahwa masih ada potensi kerentanan.
Data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari ekspektasi turut memperburuk sentimen pasar. Kondisi ini memperkuat pandangan Federal Reserve atau The Fed kemungkinan belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 94,1 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen dalam rapat yang digelar pada Maret 2026.
Kemudian, sektor keuangan mengalami tekanan setelah laporan sejumlah bank besar seperti Barclays, Jefferies, dan Wells Fargo berpotensi menghadapi kerugian terkait runtuhnya penyedia hipotek Inggris Market Financial Solutions Ltd.
Saham Wells Fargo, Jefferies, dan Barclays yang tercatat di AS turun antara 4 persen hingga 9,3 persen.
Di sisi lain, saham teknologi terus membebani indeks. Kekhawatiran terhadap monetisasi dan biaya AI menekan sektor chip dan perangkat lunak.
Saham Nvidia turun 4,2 persen, memperpanjang pelemahan sesi sebelumnya meskipun perusahaan membukukan kinerja laba yang solid yang menandakan kekhawatiran investor terhadap prospek AI masih tinggi.
Perusahaan keamanan cloud Zscaler anjlok 12,2 persen setelah melaporkan kerugian bersih kuartal II-2026 yang lebih besar.
(Dhera Arizona)