Dalam pidato utamanya yang sangat dinanti di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole tahunan, pimpinan The Fed membahas berbagai topik, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan panduan kebijakan ke depan (forward guidance) hingga ringkasan kondisi ekonomi terkini.
Secara khusus, ia menyebutkan bahwa tren inflasi dasar di AS belum menunjukkan "perbaikan yang berarti" dan menegaskan kembali bahwa fokus bank sentral haruslah pada penciptaan stabilitas harga.
Pidato Warsh disampaikan pada saat situasi yang rumit bagi The Fed. Data inflasi yang masih membandel belakangan ini, harga minyak yang tinggi di tengah konflik seolah tak berujung antara AS dan Iran, serta angka nonfarm payrolls yang secara mengejutkan lemah memicu perbedaan pendapat di dalam Federal Open Market Committee (FOMC); tiga presiden bank sentral regional menyatakan ketidaksetujuan terhadap keputusan bulan Juli untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
"Saat ini, saya meyakini kondisi pasar tenaga kerja sejalan dengan situasi kesempatan kerja penuh (full employment). Namun, terkait aspek stabilitas harga dalam mandat kami, angka-angka yang ada lebih mengkhawatirkan," ujar Warsh dalam pernyataan.
Bank sentral memiliki target inflasi jangka panjang sebesar 2 persen dan lebih memilih untuk memantau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures atau PCE) guna mengukur tekanan harga. Data pada hari Rabu menunjukkan indikator tersebut naik 3,7 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Juli, sementara ukuran intinya—yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi—naik 3,3 persen secara tahunan. Terakhir kali indeks harga PCE berada di bawah level 2 persen adalah pada Februari 2021.