sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Berakhir Melemah, Indeks S&P 500 cs Kompak Turun

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
29/08/2026 06:43 WIB
Wall Street sebagian besar berakhir melemah pada hari Jumat (28/9/2026), karena pidato yang cenderung hawkish dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.
Wall Street Berakhir Melemah, Indeks S&P 500 cs Kompak Turun (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Berakhir Melemah, Indeks S&P 500 cs Kompak Turun (FOTO:iNews Media Group)

"Ukuran inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, yaitu perubahan indeks harga PCE dalam periode 12 bulan, tercatat sebesar 3,7 persen, sedangkan perubahan dalam periode enam bulan mencapai 4,1 persen. Angka pembanding dari indeks harga konsumen (CPI) juga menunjukkan tingkat yang tinggi, begitu pula dengan ukuran inflasi inti baik untuk PCE maupun CPI," kata Warsh.

"Tidak ada satu pun dari ukuran-ukuran ini yang sempurna, namun semuanya menunjukkan gambaran yang serupa: inflasi bergerak di atas target 2 persen kami. Oleh karena itu, fokus utama The Fed saat ini seharusnya tertuju pada masalah harga," tuturnya.

Pidato utama tersebut dinilai bernada hawkish, yang mendorong para pelaku pasar meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh FOMC pada bulan September. Berdasarkan data dari perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga tersebut kini berada di atas 59 persen, naik dari sekitar 35 persen pada hari sebelumnya.

"Secara umum, komentar-komentar tersebut bernada hawkish," demikian penilaian Eric Rosengren, mantan Presiden The Fed Boston.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) meningkat setelah pidato tersebut, seiring dengan aksi jual obligasi. Imbal hasil acuan tenor 10 tahun tercatat naik 5,3 basis poin menjadi 4,725 persen, sedangkan imbal hasil tenor 2 tahun—yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga—naik 12,2 basis poin menjadi 4,354 persen.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement