sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Berakhir Naik Tipis, Saham-Saham AI Mulai Bangkit

Market news editor Rahmat Fiansyah
18/02/2026 06:25 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghentikan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghentikan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat. (Foto: FT)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghentikan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat. (Foto: FT)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghentikan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Penguatan saham teknologi membantu indeks utama mencatat kenaikan tipis.

Saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sempat anjlok tajam setelah pembukaan perdagangan. Namun, Nvidia dan Amazon.com mampu memangkas kerugian awal dan menutup sesi di zona hijau.

Secara keseluruhan, indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 masing-masing naik 0,1 persen. Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,1 persen atau bertambah 32 poin. Pasar saham AS sebelumnya libur pada Senin dalam rangka Presidents Day.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor diliputi kekhawatiran bahwa reli saham AI telah mencapai puncaknya. Di sisi lain, ada pula kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat mendisrupsi berbagai sektor, mulai dari perangkat lunak hingga jasa keuangan dan logistik.

Chief Investment Officer Navellier & Associates, Louis Navellier menilai, volatilitas saat ini berpotensi menjadi peluang beli. Dengan kata lain, gejolak pasar saat ini dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi saham. 

“Kemungkinan besar kita akan melihat volatilitas saat ini sebagai peluang beli, meskipun sulit memperkirakan kapan volatilitas akan benar-benar mereda,” ujarnya dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (18/2/2026).

Di saat yang sama, data pemerintah federal menunjukkan ekonomi AS tetap tumbuh meski pasar tenaga kerja berada dalam kondisi perekrutan dan pemutusan hubungan kerja yang rendah. Hal ini membuat prospek kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) menjadi kurang jelas.

Sementara itu, Gubernur The Fed, Michael Barr memberikan sinyal bahwa suku bunga kemungkinan masih akan ditahan.

“Berdasarkan kondisi saat ini dan data yang tersedia, kemungkinan tepat untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk beberapa waktu sambil menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko,” katanya.

Saham Norwegian Cruise Line melonjak 12 persen setelah laporan menyebut Elliott Investment Management memiliki kepemilikan lebih dari 10 persen di operator kapal pesiar tersebut. Sebaliknya, saham General Mills turun 7 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi penjualan dan laba.

Di sektor komoditas, harga minyak mentah acuan AS turun 0,9 persen menjadi USD62,33 per barel. Harga emas berjangka kontrak terdekat melemah 2,8 persen menjadi USD4.882,90 per troy ounce, sementara perak turun 5,7 persen menjadi USD73,447 per troy ounce.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement