IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026) waktu setempat. Wall Street kembali mendekati rekor tertinggi setelah harga minyak mereda, sehingga pelaku pasar kembali fokus pada kinerja laba perusahaan.
Dilansir AP, indeks S&P 500 naik 0,6 persen dan berada di jalur untuk menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pekan lalu. Dow Jones Industrial Average menguat 225 poin atau 0,5 persen, sementara Nasdaq Composite naik 0,8 persen pada pukul 09.35 waktu setempat.
Penguatan pasar terjadi setelah harga minyak terkoreksi dari lonjakan tajam pada Senin. Harga minyak Brent turun 2,7 persen menjadi USD111,43 per barel setelah sempat menembus USD115. Meski begitu, harga tersebut masih jauh di atas kisaran USD70 sebelum konflik dengan Iran.
Ketegangan geopolitik masih berlangsung, meskipun gencatan senjata terlihat bertahan. AS juga berupaya membuka jalur di Selat Hormuz agar distribusi minyak kembali lancar dan menekan harga energi global.
Di sisi lain, pejabat Iran menuduh AS memperburuk stabilitas kawasan dan memperingatkan akan adanya respons dari Teheran terhadap langkah tersebut.
Meski konflik belum mereda, pasar saham AS tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal ini didorong oleh laporan laba perusahaan yang solid sepanjang awal 2026, meskipun harga minyak meningkat sejak akhir Februari.
Analis Strategi Investasi Global Wells Fargo Investment Institute, Scott Wren menyebut investor tetap berfokus pada fundamental kinerja perusahaan. “Investor melihat laba perusahaan dan belanja untuk pusat data AI serta investasi lainnya,” kata Wren.
Dari sisi emiten, saham DuPont melonjak 5,5 persen setelah melaporkan laba di atas ekspektasi. Perseroan juga menaikkan proyeksi kinerja tahunan meskipun bisnis teknologi air terdampak gangguan logistik akibat konflik di Timur Tengah.
Saham American Electric Power naik 3 persen dan Cummins menguat 3,2 persen setelah mencatatkan kinerja kuartalan yang lebih baik dari perkiraan analis.
Pinterest menjadi salah satu bintang dengan lonjakan 10 persen setelah melampaui target penjualan dan laba kuartal pertama. Jumlah pengguna aktif bulanan juga meningkat 11 persen menjadi 631 juta.
Di pasar global, indeks saham Eropa bergerak bervariasi, dengan CAC 40 naik 0,7 persen di Paris dan FTSE 100 turun 1,3 persen di London. Sementara di Asia, sebagian pasar tutup karena libur, dengan Hang Seng di Hong Kong turun 0,8 persen.
Di pasar obligasi AS, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun menjadi 4,42 persen dari 4,45 persen sehari sebelumnya, meski masih lebih tinggi dibandingkan 3,97 persen sebelum konflik dimulai. Kenaikan imbal hasil ini turut mendorong biaya pinjaman menjadi lebih mahal bagi rumah tangga dan pelaku usaha.
(Rahmat Fiansyah)