Analis XTB, Kathleen Brooks menyebut reli yang dipicu gencatan senjata mulai kehilangan momentum. “Hanya tiga kapal yang melintas di Selat Hormuz pada Rabu, sementara sekitar 800 tanker masih menunggu,” katanya.
Dari sisi makroekonomi, data menunjukkan gambaran yang beragam. Inflasi inti PCE tercatat sesuai ekspektasi di level 3 persen secara tahunan, sementara belanja konsumen naik 0,5 persen secara bulanan, sedikit di bawah proyeksi pasar.
Di sisi lain, pembacaan final produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,5 persen, lebih rendah dibanding estimasi awal sebesar 0,7 persen.
Pada perdagangan prapembukaan, kontrak berjangka indeks saham AS juga bergerak melemah. Futures Dow Jones turun sekitar 0,4 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,4 persen dan 0,3 persen.
Optimisme pasar yang sempat muncul akibat harapan meredanya konflik Timur Tengah mulai memudar. Hal ini dipicu oleh berlanjutnya serangan Israel di Lebanon serta ketegasan AS mempertahankan kehadiran militernya di kawasan.